Featured

First blog post

This is the post excerpt.

Advertisements

This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

post

Sempatkan 2 Menit Untuk Wudhu

Aku biasanya sering lupa untuk berwudhu sebelum tidur. Tetapi jika kita membiasakan diri kita maka kita akan terbisa untuk melakukannya.

Wudhu adalah salah satu cara menyucikan anggota tubuh dengan menggunakan air. Berwudhu bisa pula dilakukan dengan menggunakan debu atau biasa disebut dengan Tayammum.

Berwudhu bukan hanya dilakukan saat kita akan Shalat saja tapi berwudhu juga dapat kita lakukan saat kita akan mengaji, sebelum mandi maupun sebelum tidur dan masih banyak lagi ibadah lainnya.

Sempatkanlah berwudhu sebelum kita akan merebahkan tubuh kita untuk memulai tidur. Berwudhu tidak akan memakan banyak waktu cukup 2 menit saja selesai.

Hal ini berdasarkan hadits Al Baro’ bin ‘Azib, Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu” (HR. Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)

Apa manfaat berwudhu sebelum tidur? Dijelaskan oleh Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali bahwa dianjurkan berwudhu sebelum tidur dengan beberapa hikmah :
Dikhawatirkan nantinya seseorang yang akan tidur mati tiba-tiba. Mudah-mudahan jadi akhir hidup yang baik.

Berwudhu tadi sebagai persiapan menyucikan hati karena itu lebih utama dari menyucikan badan.

Supaya kalau bermimpi dapat dikatakan sebagai mimpi yang benar dan terhindar dari dipermainkan setan dalam tidur.

Cukup Sampai di Sini 

Menyerah Sebelum Berusaha
Tak ku sangka ternyata cuma sampai disini saja perjuanganku padahal itu adalah hal yang sangat aku inginkan.

Jika memang usahaku hanya bisa sampai disini saja maka aku berharap suatu saat nanti aku bisa melakukan satu hal saja yang bisa berguna untukku dan keluargaku.

Aku tidak mau menjadi Anak yang kerjanya hanya bisa menyusahkan keluargaku dan orang lain.

Rezeki kita sudah diatur oleh Allah, mungkin bukan disana rezekiku jadi aku harus tetap berusaha dan mempercayakannya kepada Allah bahwa suatu saat nanti aku akan menjadi Anak yang berguna.

Sungguh sangat sedih rasanya dianggap Anak yang tidak bisa melakukan apa-apa, kerjanya cuma nyusahin orang saja.

Aku tidak mau hanya karena Ambisiku ini bisa membuat keluarga kecil kakakku hancur cuma karena aku.

Jadi aku putuskan untuk mengahiri semua ini cukup sampai di sini saja jadi Papa, Mama, Kakak maafkan aku yang telah menyusahkan kalian.

Aku berharap suatu saat nanti aku akan bisa membuat kalian semua bangga, jadi bersabarlah sampai waktunya tiba.

Mungkin seperti inilah nasib kita jika kita tinggal jauh dari kedua orangtua kita. Apalagi aku cuma tinggal di kampung bersama keluarga kakak aku jadi mereka menjagaku dengan sangat ketat.

Tidak bisa melakukan hal yang kita inginkan selalu saja tertekan dengan semua larangannya sampai-sampai aku keluar jauh dari rumah saja takut. Padahal dulu, aku saat masih tinggal dengan kedua orangtuaku aku adalah orang yang sangat bebas.

Mungkin kakak aku menjagaku begitu ketat karena mereka beranggapan bahwa aku ini adalah titipan dari orang tua jadi mereka harus menjagaku dengan baik agar tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan, agar orang tua kami tidak khawatir.

Walaupun seperti itu aku tidak masalah, karena cara mereka menjagaku mulai dari umur 8-19 tahun aku merasakan semua hikmahnya.

Doa Istimewa Nabi Musa ‘Alaihissalam

Diantar nabi yang namanya sering di sebut dalam Alquran adalah nabi Musa ‘alaihis salam. Beliau adalah nabi yang perjalanan sejarahnya paling sering dikisahkan dalam Alquran setelah nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah menegaskan dalam Alquran bawha nabi Musa termasuk orang yang sangat banyak mendapatkan ujian kehidupan.

Dan inilah yang menjadi rahasia, mengapa sejarah beliau paling sering di sebutkan dalam Alquran, agar kita bisa mengambil pelajaran dari perjuangan dan usaha beliau dalam mendakwahkan kebenaran dalam seluruh umatnya.

Doa nabi Musa ‘alaihis salam

Dalam Alquran Allah menyebutkan beberapa doa yang di panjatkan nabi Musa. Doa-doa itu beliau panjatkan di setiap kesempatan yang berbeda. Namun ada satu doa yang sangat menakjubkan, doa yang mengobati sekian banyak kegelisahan yang dialami oleh nabi Musa,
رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِير

“Ya Tuhanku Sesungguhnya aku sangat membutuhkan setiap kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” (QS. Al-Qashas: 24).

Doa ini diucapkan Musa ketika beliau berada di kondisi serba susah. Diliputi rasa cemas dan ketakutan. Bagi orang awam, keadaan itumungkin sudah dianggap puncak ujian, seolah tidak ada lagi harapan untuk hidup.

1. Firaun menjajah habis bani Israi.

2.Membantai setiap bayi lelaki, dan membiarkan hidup bagi bayi perempuan

3. Firaun membuat lemah setiap sendi kehidupan bani Israil, seolah tidak ada harapan untuk bisa bangkit memperjuangkan kemerdekaannya.

4. Allah perintahkan ibunya nabi Musa untuk melabuhkan anaknya ke sungai.

5. Nabi Musa diasuh oleh keluarga Firaun. Nabi Musa kecil tumbuh di tengah-tengah calon musuhnya.

6. Setelah besar, nabi Musa melarikan diri dari kerajaan Firaun. Nabi Musa membunuh pengikut Firaun ketika berusaha membantu lelaki bani Israil yang rebutan air dengan korban.

7. Nabi Musa menjadi ketakutan di kota Mesir, karena telah membunuh pengikut Firaun. Bahkan datang seorang informan, bahwa para pemimpin pasukan Firaun telah bersepakat untuk membunuh nabi Musa.

8. Nabi Musa keluar mesir dengan penuh ketakutan, beliau berjalan ke arah Madyan.

9. Di tengah perjalanan beliau menjumpai dua wanita yang mengantri untuk mengambil air untuk ternaknya, namun mereka tidak mampu melakukannya. Kemudian nabi Musa membantu mereka.

Di saat itulah, nabi Musa merasa sangat membutuhkan pertolongan dan bantuan. Tapi tiada lagi tempat mengadu, tidak ada keluarga, tidak ada pekerjaan, tidak mungkin kembali ke Mesir dalam waktu dekat. Di saat itulah, nabi Musa merasa sangat butuh pertolongan Tuhannya. Di bawah teduh pepohonan, beliau berdoa,

فَسَقَى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّى إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِير

Nabi ٌMusa memberi minum ternak itu untuk menolong kedua wanita itu, kemudian dia duduk di tempat yang teduh lalu berdoa: “Ya Tuhanku Sesungguhnya aku sangat membutuhkan setiap kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku “. (QS. Al-Qashas: 24).

Gayung pun bersambut, seusai doa Allah hilangkan keresahan Musa, setahap demi setahap. Datanglah salah satu diantara wanita yang ditolong nabi Musa, menawarkan kepada nabi Musa agar mampir ke rumahnya. Menemui ayah sang gadis.

1. Allah berikan jaminan keamanan kepada nabi Musa, dengan Allah kumpulkan beliau bersama orang soleh (ayah si gadis).

2. Si ayah menikahkan nabi Musa dengan salah satu putrinya.

3. Nabi Musa mendapatkan pekerjaan dan tempat tinggal yang aman di kota Madyan.

4. Nabi Musa mendapatkan tongkat yang akan menjadi mukjizatnya.

5. Nqbi Musa diajak oleh Allah untuk menuju lembah penuh berkah, lembah Tuwa.

6. Di lembah ini, Allah berbicara langsungdengan nabi Musa menjadikannya sebagai Nabi.

7. Nabi Musa mendapatkan banyak Mukjizat untuk melawan Firaun.

8. Allah mengangkat saudara Musa, Harun, sebagai Nabi, yang akan membantu nabi Musa dalam berdakwah.

9. Allah memenangkan nabi Musa dan Firaun ditenggelamkan di laut merah.

Anda bisa perhatikan, kemenangan dan keberhasilan bertubi-tubi Allah berikan kepada nabi Musa. Yang semua itu dimulai setelah dia berdoa dengan penuh rasa harap, merasa fakir di hadapan Allah, memohon agar Allah menurunkan banyak kebaikan untuknya.

Seperti itulah diantara adab dalam berdoa. Berdoa dan memohon kepada Allah, di saat Anda merasa sangat membutuhkan pertolongan Allah, menjadikan doa mustajab. Karena Anda merasa sangat dekat dengan Allah. Sehingga doa yang dilantunkan menjadi sangat berkualitas.

Berbeda dengan doa yang sifatnya rutinitas. Membaca teks Arab, namun tidak diiringi kehadiran hati. Hanya sebatas di lisan, tanpa ada perasaan butuh kepada Allah. Kondisi ini menjadikan doa kita tidak mustajab. Sebagaimana yang dinyatakan Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam,

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ

“Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan. Ketahulilah bahwa Allah tidak akan memperkenankan doa dari seorang hamba yang hatinya lalai.” (HR. Turmudzi3479, Hakim dalam al-Mustadrak 1817 dan dihasankan oleh al-Albani).

Lima Tanda Orang Beriman Yang Sebenarnya

Firman Allah Subhanahu W Ta’ala :
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (٢) الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ (٣) أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَّهُمْ دَرَجَاتٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ (٤).
“Sesungguhnya orang beriman itu hanyalah mereka yang disebut nama Allah bergetar hatinya, jika dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya ayat itu membuat iman mereka makin bertambah, dan hanya Kepada Rabb mereka bertawakkal . (2) Yaitu orang yang mendirikan shalat dan menginfakkan sebagian (harta) yang Kami rezkikan kepada mereka. (3) Mereka itulah orang beriman yang hakiki, dan mereka akan memperoleh kedudukan (derajat) yang tinggi di sisi Tuhan mereka, ampunan, serta rezki yang mulia” (4) Qs. Al-Anfal ayat 2-4).

Iman itu bukan sekadar angan-angan, tapi keyakinan yang tertanam dalam hati dan dibuktikan kebenarannya oleh amal perbuatan (Hasan al-Bashri rahimahullah)

Dalam aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah, iman bukan sekedar keyakinan hati yang diucapkan di bibir. Tapi ia merupakan perpaduan antara keyakinan hati, perkataan lisan, dan perbuatan anggota badan. Banyak ayat al-Qur’an dan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengisyaratkan bahwa amal perbuatan merupakan bagian dari iman. Dantaranya firman Allah dalam surah al-Baqarah ayat 143;

“Sungguh, (Pemindahan qiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyi-nyiakan iman (shalat)mu. (terj. Qs. Al-Baqarah:143). Makna iman dalam kalimat “Allah tidak akan menyi-nyiakan imanmu” adalah shalat kalian menghadap baitul maqdis sebelum pengalihan qiblat ke Ka’bah. Artinya, dalam ayat di atas dengan tegas amalan shalat disebut oleh Allah sebagai Iman.

Dalam al-Qur’an dan hadits Nabi sering disebutkan ciri orang beriman berupa amal shaleh. Namun tulisan ini hanya akan fokus pada ciri dan sifat orang beriman yang Allah sebutkan dalam surah al-Anfal ayat 2-4. Dalam ayat tersebut Allah menyebutkan lima sifat orang beriman, yakni :

Bila disebut nama Allah, hatinya bergetar
“Idza dzukirallahu wajilat quluubuhum; Bila disebut (nama, janji, dan ancaman) Allah bergetarlah hati mereka. Inilah sifat pertama orang beriman yang disebutkan oleh Allah dalam ayat ini. Bergetarnya hati mereka menunjukan rasa takut, sikap ta’dzim (pengagungan), dan cinta kepada Allah yang tertanam di hati mereka.

Dan diantara dzikrullah yang dapat menggetarkan hati orang-orang beriman adalah bacaan a-Qur’an. Bahkan tidak ada sesuatu yang paling besar pengaruhnya dalam mengingatkan tentang Allah dan memperingatkan untuk tidak menyelisihi perintah-Nya melebihi al-Qur’an. Karena dalam Al-Qur’an terdapat nama-nama Allah, janji dan ancaman-Nya. Allah Ta’ala sebutkan dalam surah Az- Zumar ayat 23.

Allah menurunkan perkataan terbaik (yaitu) Kitab Al-Qur’an yang serupa ayat-ayat-Nya lagi berulang-ulang. Gemetar karena-Nya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya. Kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka karena mengingat Allah. (Qs. Az-Zumar :23)

Selain itu getaran hati yang muncul setelah mendengarkan nama Allah tersebut juga melahirkan ketenangan hati. Karena hanya dengan dzikrullah hati menjadi tenang. Sebagamana firman Allah dalam surah Ar-Ra’d ayat 28. Rasa tenang tersebut merupakan cerminan perasaan lapang dada yang ditimbulkan oleh cahaya makrifat dan tauhid. Karena hati yang bergetar ketika mendengar nama, janji, dan ancaman Allah juga melahirkan rasa takut berbuat maksiat serta semangat dan energi gerak melakukan ketaan kepada Allah.

Iman Mereka Bertambah bila Mendengar Ayat Allah

Sifat mereka yang kedua adalah, bila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, maka iman mereka bertambah. Yakni keyakinan mereka kepada Allah bertambah mantap, dan bukti dari pertambahan iman tersebut adalah meningkatnya amal shaleh.

Hal ini menunjukan pula bahwa sarana efektif untuk meningakatkan keimanan adalah mendengarkan bacaan al-Qur’an dari orang lain. Karena mendengarkan melalui bacaan orang lain lebih membantu dan mengkondisikan untuk tadabbur (merenungkan kandungan makna) suatu ayat. Sebab saat mendengar, seseorang bisa lebih fokus medengarkan dan memikirkan serta tidak disibukkan fikirannya dengan memikirkan tatacara baca, tajwid, irama lagu, dan sebagainya. Rasulullah sendiri kadang meminta sahabat untuk memperdengarkan bacaan al Qur’an kepada beliau. Seperti beliau pernah meminta kepada ibn Masud radhiyallahu ‘anhu untuk membacakan al-Qur’an kepadanya.

Bertawakkal kepada Allah

Tawakkal adalah bertumpu dan bersandar sepenuhnya hanya kepada Allah yang disertai dengan usaha mencari sebab (sarana). Orang beriman hanya bertawakkal kepada Allah. Karena mereka tahu, tawakkal merupakan ibdah dan ibadah hanya ditujukan kepada Allah semata. Tawakkal merupakan tingkatan tauhid tertinggi. Oleh karena itu, ciri mukmin sejati adalah tawajjuh kepada Allah semata dan hanya berdo’a kepada-Nya.

Dalam kalimat wa ‘alaa rabbihim yatawakkalun pada ayat di atas didahulukan penyebutan Allah sebagai objek yang dituju dalam bertawakkal. Hal itu menunjukan dua hal; pertama, Tawakkal hanya ditujukan kepada Allah Rabb (Tuhan) semesta alam. Karen Dialah tumpuan dan dan sandaran satu-satu-Nya bagi setiap makhluq. Kedua, Menunjukan kuatnya tawakkal orang-orang beriman kepada Allah. Mereka hanya bertawakal kepada Allah, serta tidak bertumpu dan bersandar kepada selain-Nya.

Menegakkan Shalat

Ini merupakan salah satu sifat orang beriman yang paling sering disebutkan dalam al-Qur’an dan hadits Nabi shallallau ‘alaihi wa sallam. Mendirikan atau menegakkan shalat. Bukan sekadar mengerjakan shalat. Karena yang dimaksud dengan iqamatus Shalah (mendirikan/menegakkan shalat) adalah mendirikan shalat dengan memenuhi rukun-rukunnya, syarat-syaratnya, sunnah-sunnhnya, dan adab-adabnya.

Selain itu menegakkan shalat juga bermakna menunaikan shalat tersebut pada awal waktunya secara berjama’ah di Masjid dan melaksanakannya dengan khusyu’. Penunaian dan penegakkan shalat secara sempurna dengan menyempurnakan rukun, syarat,wajib, sunnah, dan adabnya serta dilakukan dengan khusyu dan tertib; waktu, cara, dan tempat diharapkan membuahkan hasil mencegah seseornag dari perbuatan keji, mungkar, dan sia-sia.

Menginfakkan Sebagian Rezki Yang

Mereka
Peroleh

Rezki yang dimaksud di sini tidk hanya berupa harta. Tapi termasuk di dalamnya harta, ilmu, kedudukan, dan kesehatan. Orang beriman menginfakkan kesemua itu sebagai bukti iman dan taatnya kepada Allah Ta’ala. Infaq di sini bisa mencakup yang wajib maupun yang sunnah. Karena Ibadah kepada dengan harta (‘ibadah maliyah) memiliki ragam bentuk, seperti zakat, infaq, sedekah, waqaf, hibah, hadiah, dan memberi pinjaman.

Dalam ayat al-Qur’an, ibadah maliyah seperti infaq memiliki kedudukan yang sangat utama. Dalam sebagian ayat diisyaratkan bahwa ibadah maliyah berupa zakat, sedakah, infaq, dan sebagainya merupakan ciri utama orang beriman dan bertakwa yang akan memperoleh kemulian dan pemuliaan dari Allah berupa petunjuk (hudan), rezki, al-falah (keberuntungan), yang akan berujung pada derajat yang tinggi di Surga Firdaus pada hari akhir kelak. Diantara ayat yang menerangkan hal itu adalah Surah Al-Mukminun ayat 1-11 dan Surah Al-Anfal ayat 2-4 di atas.

Bukan Hanya Itu saja. Ciri dan sifat orang beriman bukan hanya lima poin yang disebutkan di atas. Meski Ayat di atas ditutup dengan penegasan bahwa, “Mereka itulah orang-orang beriman yang sebenar-nya”, namun hal ini bukan untuk membatasi sifat orang beriman pada lima poin itu saja. Tapi karena kelima sifat tersebut mewakili amalan hati yang paling afdhal dan amalan anggota badan yang paling afdhal pula. Sifat-sifat mukminin dalam kelima poin di atas mencakup ibadah qalbiyah (hati), badaniyah (badan), dan maliyah (harta). Bahkan ada amalan yang menggabungkan qalbiyah, qauliyah, dan badaniyah sekaligus seperti ibadah shalat. Wallahu Ta’ala a’lam.

Waspadai 5 Langkah Liberalisasi Agama Islam 

Kaum liberalis dan Sekuler telah gencar menyebarkan propaganda yang nampak Islami.
Berikut aneka Propaganda Liberal dan jawaban kontra-logika sesat terkait :

1. Propaganda Shalat

Buat apa Shalat kalau riya’ tidak ikhlas, karena tidak diterima oleh Allah Saw. Lebih baik bersihkan hati dulu, nanti kalau sudah ikhlas tidak riya’, maka baru shalat agar diterima oleh Allah Swt.

Target : Kalimat ini bertujuan untuk pembenaran meninggalkan shalat dengan “dalih” pembersihan hati dulu.

Jawab : Wajib shalat walau masih riya’ belum ikhlas, karena shalat adalah Kewajiban Agama. Setiap muslim, ikhlas ataupun riya’, rela atau pun terpaksa, tetap Wajib mendirikan Shalat.

Dan Shalat adalah Benteng dari segala perbuatan Keji dan Munkar, termasuk riya’, sebagaimana firman Allah Swt dalam QS. Al-‘Ankabuut ayat 45.

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al-Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Justru Shalat adalah Obat Hati yang bisa menyembuhkan dan menghilangkan penyakit hati seperti riya’ dan ‘ujub.
Bagaimana penyakit hati bisa sembuh tanpa mendirikan Shalat.

2. Propaganda Jilbab

“Lebih baik tidak pakai Jilbab, tapi hatinya baik, daripada pakai Jilbab tapi hatinya busuk.” Dan kalimat rancu ini, “Lebih baik jilbabkan (jaga) hati dulu supaya baik. Baru menjilbab (jaga) fisik kemudian.”

Target : Kalimat ini bertujuan untuk membenarkan pelepasan Jilbab dengan “dalih” yang penting hatinya baik.

Jawab : Jilbab adalah Kewajiban Agama, baik si pemakai berhati baik maupun buruk, maka Jilbab tetap Wajib dikenakan oleh para Wanita Muslimah sesuai dengan ketentuan Syariat, sebagaimana firman Allah Swt :

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. Al-Ahzab : 59).

Justru Jilbab juga termasuk Obat Hati yang akan ikut merangsang penyembuhan penyakit hati, sekaligus identitas muslimah yang jadi benteng dari segala gangguan.

Karenanya, lebih baik memakai jilbab dan berhati baik, daripada berhati baik tanpa jilbab, apalagi berhati busuk tanpa jilbab.

3. Propaganda Kepemimpinan

“Lebih baik Pemimpin Kafir asal jujur, adil, baik, cerdas dan pekerja keras, daripada Pemimpin Muslim yang khianat, jahat, bejat, bodoh dan pemalas.” Dan kalimat rancu ini, “Lebih baik golput daripada memilih Pemimpin Muslim yg ‘kurang’ Islami.”

Target : Kalimat ini bertujuan untuk membolehkan orang Kafir memimpin umat Islam di wilayah mayoritas muslim. Dan meniadakan pemimpin muslim.

Jawab : Berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah serta Al-Ijma’ bahwasanya Orang Kafir Haram memimpin umat Islam di negeri Islam atau di wilayah mayoritas muslim.

Kepemimpinan dalam pandangan Al-Qur’an bukan sekadar kontrak sosial antara sang pemimpin dengan masyarakatnya, tetapi merupakan ikatan perjanjian antara dia dengan Allah SWT, sebagaimana termaktub dalam firmanNya :

وَ إِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيْمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّيْ جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَ مِنْ ذُرِّيَّتِيْ قَالَ لاَ يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِيْن

“Dan (ingatlah) tatkala telah diuji Ibrahim oleh TuhanNya dengan beberapa kalimat, maka telah dipenuhinya semuanya. Diapun berfirman : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan engkau Imam bagi manusia. Dia berkata : Dan juga dari antara anak-cucuku. Berfirman Dia : Tidaklah akan mencapai perjanjianKu itu kepada orang-orang yang zalim.”
(QS. Al-Baqoroh : 2).

Karenanya, lebih baik Pemimpin Muslim yang jujur, adil, baik, cerdas dan pekerja keras, daripada Pemimpin Kafir yang jujur, adil, baik, cerdas dan pekerja keras, apalagi Pemimpin Kafir yang khianat, jahat, bejat, bodoh dan pemalas.

4. Propaganda Politik

“Islam itu suci dan ulama itu mulia, sedang Politik kotor. Karenanya, jangan bawa Islam dan ulama ke dalam politik.” Dan kalimat rancu, “Islam Yes, Politik No.” Serta kalimat rancu, “Islam Yes, Demokrasi No.”

Target : Kalimat ini bertujuan untuk menjauhkan Islam dan ulama dari politik agar para Politisi Durjana bebas dan leluasa mengatur Negara dan Bangsa sesuai “Syahwat Syaithooniyyah”-nya.

Jawab : Islam itu suci dan ulama itu mulia, sedang politik (سياسي) itu Penting untuk mengurus negara dan bangsa. Karenanya, hanya Islam yang suci dan ulama mulia yang boleh masuk ke dalam politik agar tidak dikotori oleh para Politisi Durjana.

Karenanya, Islam menjadikan Kekhilafahan menjadi salah satu Bab penting dalam Fiqih Islam. Dan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersama Khulafa Rasyidin Radhiallahu anhum, telah mempraktekkan Politik Islam yang benar lagi bersih untuk menjadi suri tauladan bagi segenap umat Islam.

5. Propaganda Tathbiq Syariah

“Syariat Islam adalah aturan hukum yang bagus, saat diterapkan di zaman Generasi Terbaik “shahabat”, maka hasilnya bagus.
Sedang zaman sekarang generasi umat Islam sangat lemah dan tidak bagus, sehingga tak mampu menjalankan Syariah yang begitu paripurna. Karenanya, umat Islam saat ini jangan sibuk dengan perjuangan Tathbiq Syariah (penerapan syariah) dulu, tapi harus fokus kepada perbaikan diri sendiri dulu.”

Target : Kalimat ini bertujuan agar umat Islam tidak lagi menperjuangkan Tathbiq Syariah dengan “dalih” memperbaiki diri dulu.

Jawab : Syariat Islam adalah aturan hukum yang bagus, dan selalu dijalankan oleh para shahabat, sehingga menjadi Generasi Terbaik.

Nah, generasi zaman sekarang yang lemah dan kurang bagus, justru karena tidak jalankan Syariat Islam dengan baik.

Karenanya, generasi sekarang wajib mencontoh para shahabat dalam menjalankan Syariah yang begitu paripurna, sehingga bisa menjadi generasi yang bagus juga.

Ingat dahulu para sahabat sebelum masuk Islam merupakan Generasi Jahiliyah yang buruk, lalu masuk Islam dan menjalankan Syariah Islam, sehingga menjadi Generasi Terbaik sebagaimana dipuji oleh Allah Swt dalam firmanNya :

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Imron : 110).

Kesimpulannya, siapa yang ingin menjadi Generasi Terbaik, maka wajib perjuangkan Tathbiq Syariah, karena Syariah lah yang mampu mengubah pribadi dan masyarakat menjadi Generasi Terbaik.

“Barangsiapa memberi petunjuk pada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikuti ajakannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun juga.”
[HR. Muslim]

Shalat Sunnah

Shalat adalah salah satu kewajiban bagi kaum muslimin yang sudah mukallaf dan harus dikerjakan baik mukmin maupun dalam perjalanan, shalat merupakan rukun kedua setelah Syahadat.

Islam didirikan dalam lima sendi (tiang) salah satunya adalah Shalat, sehingga barang siapa yang mendirikan Shalat berarti dia mendirikan agama islam, dan barang siapa yang meninggalkan Shalat berarti dia meruntuhkan agama islam.

Shalat harus didirikan dalam satu hari satu malam sebanyak lima kali, dan jumlahnya adalah 17 rakaat. Shalat merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan tanpa terkecuali bagi muslim mukallaf baik tang sedang sehat maupun sakit.

Kalau kita ditanya apa arti Sunnah pasti jawabannya kalau di kerjakan dapat pahala dan kalau tidak di kerjakan tidak apa-apa.

Padahal, kalau kita Shalat Sunnah Rawatib 12 Rakaat, maka Allah akan membangunkan istana di Surga.

Kalau kita Shalat Sunnah Fajar, maka pahalanya lebih baik dari pada dunia dan seluruh isinya.

Kalau kita Shalat Sunnah Syuruq, maka pahalanya seperti haji dan umroh sempurna (3x).

Kalau kita Shalat Sunnah Tahajud, maka Allah berkata siapa yg minta tolong akan dikasih, siapa yg punya hajat akan dipenuhi dan siapa yg minta taubat akan diampuni.

Kalau kita Shalat Sunnah Dhuha, maka itu salah satu wasiat Rasulullah, pengganti sedekah seluruh sendi dan pengganti dzikir empat kalimat agung.

Kalau kita mengerjakan amalan yg Sunnah yaitu membaca Al-Qur’an 10 ayat per hari, maka Allah akan memasukan kita ke surga tertinggi yaitu surga Firdaus.

Kalau kita mengerjakan amalan yg Sunnah yaitu membaca Sayyidul Istighfar secara rutin pagi dan petang, maka jika kita Wafat atau meninggal kapan saja akan langsung masuk surga.

Kalau kita mengerjakan amalan yg Sunnah yaitu berwudhu sebelum tidur, maka Allah titipkan malaikat selama kita tidur dan akan dibukakan delapan pintu surga, kita boleh masuk dan boleh memilihnya.

Kalau kita mengerjakan amalan yg Sunnah yaitu membaca doa setelah mendengarkan adzan, maka akan dapat syafa’at dari Rasulullah, diampuni dosanya dan doa kita akan dikabulkan oleh Allah Ta’ala.

Untuk urusan Sunnah seharusnya mulai saat ini di mindset kita bukan lagi kalau di kerjakan dapat pahala, dan kalau tidak di kerjakan tidak apa-apa tapi diganti menjadi kalau di kerjakan akan dapat untung besar dan kalau tidak di kerjakan justru akan Rugi Besar.

Terkadang juga kita mengatakan, ah itu kan cuma Sunnah kalau dikerjakan akan mendapat pahala tapi kalau tidak di kerjakan tidak apa-apa jadi kalau aku tidak mengerjakannya maka aku tidak akan berdosa, itu adalah bisikan dari Setan yang terus dihembuskan agar kita tidak melaksanakan amalan-amalan Sunnah tersebut.

Jangan lupa, Ajal atau Kematian akan menjemput kita setiap saat tanpa melihat berapa tahun usia kita mau yang muda ataupun yang tua.

Nanti

Kata Nanti adalah waktu yang tidak lama dari sekarang. Banyak orang yang suka sekali bersembunyi di balik kata Nanti.

Nanti aku akan menemuimu…
kita sudah menunggu terlalu lama tapi dia juga nggak datang-datang.

Nanti aku akan membayarmu…
Kalau kamu nggak bisa bayar yah bilang saja aku tidak bisa membayarmu sekarang daripada kamu harus bilang Nanti tapi ujung-ujungnya nggak bayar-bayar juga.

Nanti kita pergi Jalan-jalan…
Nantinya itu kapan sih, kalau kamu nggak bisa yah jangan ngajak dong karena menunggu itu tidaklah mudah.

Nanti temani aku ke Supermarket yah…
Udah siap-siap juga mau ditemani pergi tapi dia malah bilang aku pergi sama ini jadi kamu nggak perlu temani aku.

Nanti kalau kita udah Lulus kita cari kerja bareng…
Pas udah Lulus dia malah udah duluan aja kerjanya, katanya bareng tapi malah ditinggal.

Nanti kalau aku Sukses, aku akan teraktir kamu…
Pas udah Sukses, jangankan janji teraktirannya nemu dia aja susah banget apalagi teraktirannya.

Nanti aku mau ke rumahmu…
Udah di tunggu sampai malam tapi nggak Nongol-nongol juga, lebih baik kalau kamu mau datang yah datang saja tanpa harus pemberitahuan dulu karena percuma kamu bilang tapi nyatanya nggak datang juga.

Aku bingung kenapa kita sering kali mengucapkan kata Nanti, bukankah kata Nanti sama saja kalau kita mengucapakan janji.

Kalau kita mengucapkan kata Nanti berarti itu sama saja kalau kita sudah berjanji kepada orang lain, dan orang itu pasti akan menunggu.